<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Desamedowo's Weblog</title>
	<atom:link href="http://desamedowo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://desamedowo.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 04 May 2008 06:38:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='desamedowo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Desamedowo's Weblog</title>
		<link>http://desamedowo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://desamedowo.wordpress.com/osd.xml" title="Desamedowo&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://desamedowo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>learn to be bloger</title>
		<link>http://desamedowo.wordpress.com/2008/05/04/learn-to-be-bloger/</link>
		<comments>http://desamedowo.wordpress.com/2008/05/04/learn-to-be-bloger/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 06:38:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>desamedowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desamedowo.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Borrow your mind Visi: “Menjadi universitas unggul yang berstandar internasional dan mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui proses pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat”. Arah Pengembangan: “Menuju entrepreneurial university yang sehat dan berdaya saing, berstandar internasional”. Kepemimpinan: Kualifikasi dan Mekanisme Pemilihan pimpinan (merit based system): Rektor, PR, Dekan, PD, Kajur, KaPS telah diatur sesuai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desamedowo.wordpress.com&amp;blog=3635957&amp;post=24&amp;subd=desamedowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="816" bgcolor="#ffffff">
<tbody>
<tr>
<td width="599" valign="top">
<div id="contentFrm" style="border-left:1px solid #d3e4f5;padding-left:16px;padding-top:10px;width:581px;height:100%;">
<div class="txt11px">
<p align="center"><strong>Borrow your mind</strong></p>
<p><strong>Visi:</strong> “Menjadi universitas unggul yang berstandar internasional dan mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui proses pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat”.</p>
<p>Arah Pengembangan: “Menuju <em>entrepreneurial university</em> yang sehat  dan berdaya saing, berstandar internasional”.</p>
<p><span id="more-24"></span></p>
<ol>
<li><strong>Kepemimpinan:</strong>
<ul>
<li>Kualifikasi       dan Mekanisme Pemilihan pimpinan (<em>merit based system</em>): Rektor, PR,       Dekan, PD, Kajur, KaPS telah diatur sesuai SK Senat UB &amp; terdokumentasi       dengan baik</li>
<li>Tiga tahun persiapan menjadi PT-BHMN dan tanggal 29 Nopember 2007 turun Surat Persetujuan Dirjen Dikti (No. 4022/D/T/2007)</li>
<li>Renstra 2006-2011dan Program Kerja Rektor 2007-2011 sudah mengarah kepada Program Masa Transisi. Dua dokumen telah menjadi acuan Program Kerja semua Dekan, Ketua Prodi dan Ketua Jurusan berbasis kinerja.</li>
<li>Perbaikan <em>UB governance</em> didukung dana dari       I-MHERE Comp. 2.2a (2006-2008)</li>
<li>Monev Implementasi Renstra dan Program Kerja pada RAKERPIM (diadakan tiap tahun) Renstra UB dibahas kinerja setiap unit kerja dan ditindaklanjuti kedalam rencana operasional untuk tahun berikutnya.</li>
<li>Monevin       sebagai <em>quality control</em> juga dilakukan Pimpinan universitas dengan mengadakan kunjungan ke masing-masing fakultas tiap tahun untuk sosialisasi capaian implementasi Renstra dan dialog dengan <em>civitas       academica </em>dipublikasikan melalui Pidato Dies dan dalam website.</li>
<li>Monev Implementasi Renstra yang didanai PHK sudah dilakukan oleh reviewer PJM dan mendapat penghargaan DIKTI sebagai salah satu Perguruan Tinggi dengan sistem monevin PHK dan Pasca PHK yang sudah berkembang baik.</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Kemahasiswaan:</strong>
<ul>
<li>Prestasi di bidang kemahasiswaan: selalu masuk 3 besar (penalaran, olahraga, dan seni), hal ini terkait dengan sistem pembinaan dan input MABA. (Standar BAN-PT: <strong>5 kali Juara Nasional atau 1 kali Juara Internasional</strong>)</li>
<li>Di UB terdapat 34 UKM (Standar BAN-PT: <strong>5 UKM</strong>), masing-masing dilengkapi dengan kantor dan       fasilitas.</li>
<li>Pengenalan kode etik mahasiswa dijelaskan pada Program Pembinaan MABA (Probinmaba) : 4 hari (2 hari Ordik + 2 hari Ormawa) diteruskan setiap hari sabtu selama 1 semester. Sosialisasinya melalui berbagai media</li>
<li>Fasilitas sudah lengkap, sedang dibangun : ”Fitness Center” dan tempat berkreasi mahasiswa (Gazebo), selain yang ada di fakultas-fakultas (Standar BAN-PT: <strong>ada bukti</strong> pelayanan mahasiswa baik dana, sarana-prasarana,       pembimbingan dan agenda kegiatan)</li>
<li>Mahasiswa merasa puas dan betah tinggal di kampus       (Standar       BAN-PT: <strong>memiliki instrumen</strong> untuk mengukur tingkat kepuasan mahasiswa)</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Sumberdaya Manusia:</strong>
<ul>
<li>Perencanaan kebutuhan dosen dan staf administrasi didasarkan kepada jumlah mahasiswa dan rencana pembukaan program studi/unit baru.</li>
<li>Perencanaan maupun pengembangan dosen dan       tenaga administrasi didasarkan prinsip <strong>transparansi dan akuntabilitas </strong>(Standar BAN-PT: <strong>ada dokumen tertulis</strong> tentang perencanaan, rekrutmen, seleksi, dan pemberhentian pegawai, orientasi dan penempatan pegawai, pengembangan karir, remunerasi, penghargaan, dan sanksi)<strong> </strong></li>
<li>Pengembangan SDM: telah disediakan dana yang sangat besar untuk: degree dan non-degree training, penulisan karya ilmiah, kursus Bahasa Inggris, dll. (Surat Edaran Rektor No. 0552/J.10/AK/2007)</li>
<li>Ratio dosen : mahasiswa= 1:23 (Standar BAN-PT: <strong>1:10 s/d 1:15</strong>)</li>
<li>Rasio dosen tetap: (jumlah dosen tetap= 957       orang):
<ul>
<li>Magister       = 841 orang atau 87 % (Standar BAN-PT: <strong>&gt; 80%</strong>)</li>
<li>Doktor          = 264  orang atau 27 % (Standar BAN-PT: <strong>&gt; 35%</strong>)</li>
<li>Profesor       = 119 orang atau 12 % (Standar BAN-PT: <strong>&gt; 20%</strong>)</li>
<li>Dosen sedang studi Doktor = 249 orang.</li>
<li>Studi Doktor ke Luar Negeri (dana  dari Dikti) 2007 = 57 orang   (disetujui  = 39 orang).</li>
</ul>
</li>
<li>Dalam rangka perwujudan visi UB, telah dibuka kelas internasional, dan bagi dosen yang berusia kurang dari 35 th diwajibkan studi lanjut ke LN</li>
<li>Kebijakan Rektor tersebut didasarkan dari       hasil survei dan dialog rutin dengan para dosen (Standar BAN-PT: <strong>memiliki instrumen</strong> untuk mengukur       kepuasan dosen, karyawan, pustakawan, teknisi dll)</li>
<li>Sebanyak 82 dosen mendapat penghargaan       internasional</li>
<li>Kode etik dosen UB sudah disahkan senat universitas dan disosialisasikan dalam pertemuan maupun website(Standar BAN-PT: <strong>Ada bukti tertulis</strong> tentang kode etik dan sosialisasinya melalui berbagai media)</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Kurikulum:</strong>
<ul>
<li>Sesuai visi UB: pengembangan kurikulum       diarahkan kepada <em>”entrepreneurship       education”</em> yang ber-<em>standard       international</em>. (Standar BAN-PT: Harus ada Kebijakan, peraturan,       pedoman atau buku untuk membuktikannya)</li>
<li>Kerjasama dengan:
<ul>
<li>University of Kentucky (sponsor USAID): kurikulum berstandar  internasional.</li>
<li>Waseda University (sponsor JBIC): <em>“entrepreneurship  education”</em>.</li>
</ul>
</li>
<li>Diusulkan       melalui “blue book” BAPENAS (Rp. 600 M.) untuk pengembangan menuju EU.</li>
<li>LP3 (Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan) berperan sangat besar dalam pengkajian dan pengembangan kurikulum</li>
<li>KBK sudah berjalan sejak tahun 2000, sekarang       sedang terfokus kepada SCL (pembangunan gedung baru berlantai 6).</li>
<li>Efisiensi kurikulum juga sedang dilakukan: untuk S1 dari ± 70 mata kuliah menjadi tinggal ± 30 mata kuliah. (Standar BAN-PT: <strong>Ada bukti tertulis</strong> tentang analisis dan evaluasi pemutakhiran kurikulum program       studi)</li>
<li>Muatan       universitas: Bahasa Inggris (S1: TOEFL ≥ 450/TOEIC ≥ 500: Sertifikat       internasional), Kewirausahaan, TIK.</li>
<li>Alokasi       dana: Rp. 36.832.492.449 (10% dari dana total institusi).<br />
+ dana dari PHK (A2; A3; TPSDP dan IMHERE).</li>
<li>Alokasi dana: Rp. 36.832.492.449 (10% dari dana total). (Standar BAN-PT: Harus ada alokasi dana dan sumber daya yang jelas di setiap PS)</li>
<li>Dua program studi menyelenggarakan Kelas Berbahasa Inggris (PS Pendidikan Dokter dan PS Akuntansi) dan beberapa program studi lain: bilingual.</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Prasarana dan Sarana:</strong>
<ul>
<li>Dalam persiapan menuju BHMN semua aset telah di data dan bersertifikat (Standar BAN-PT: Harus ada dokumen yang sah tentang status kepemilikan, sewa, pinjam dll sesuai kententuan hukum)</li>
<li>Telah mencukupi untuk kebutuhan pembelajaran dan riset dosen serta kegiatan kemahasiswaan (Gedung, alat-alat laboratorium, bandwith, hot spot, perpustakaan, alat transportasi)</li>
<li>Sedang dibangun (akhir tahun 2007 selesai): “Gedung Pusat Inkubator Bisnis dan Layanan Masyarakat”, terkait dengan EU.</li>
<li>Untuk keamanan dan keselamatan penggunaan sarana dan prasarana ada 4 macam SOP: (Standar BAN-PT: Ada sistem pengelolaan sarana dan prasarana yang terdokumentasi dan memanfaatkan TI)
<ul>
<li>SOP tentang Pemadam Kebakaran.</li>
<li>SOP tentang Pengadaan Bahan dan Sarana Praktikum.</li>
<li>SOP tentang Pengadaan Barang.</li>
<li>SOP tentang Penggunaan Internet. (Standar BAN-PT: Harus ada Kebijakan, peraturan, pedoman  atau buku)</li>
</ul>
</li>
<li>Untuk keselamatan, keamanan dan kenyamanan       bekerja:
<ul>
<li>Setiap gedung ada penjaga.</li>
<li>Tersedia: 10 pos kamling.</li>
<li>Tersedia: 5 pos penjaga pintu.</li>
<li>Pencanangan Kampus Wisata (keindahan kampus bernuansa Kerajaan Majapahit)</li>
</ul>
</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Pendanaan :</strong>
<ul>
<li>Besarnya dana (APBN + PNBP) sudah sangat memadai untuk meningkatkan kualitas: Rp. 350 M/th. atau Rp.15,6/mahasiswa/th. (jumlah mahasiswa 22.458). (Standar BAN-PT: Ada bukti laporan audit)</li>
<li>Proporsi dana untuk akademik = 36% dari total       (64% = kemahasiswaan, sarana prasarana dan pengembangan). (Standar BAN-PT: <strong>&gt; 25%</strong>)</li>
<li>Sistem pendanaan sudah tersentral, sehingga pertanggung jawaban keuangan lebih terkontrol (audit internal). SPI sudah terbentuk. (Standar BAN-PT: Ada mekanisme Monev-nya)</li>
<li>Audit eskternal: BPK, BPKP dan IRJEN DEPDIKNAS dilakukan setiap tahun dengan hasil sangat memuaskan karena semua temuan bersifat minor dan  telah 100% ditindak lanjuti.</li>
<li>SPP-Proporsional telah diberlakukan sejak tahun ajaran 2007/2008: (Standar BAN-PT: Ada mekanisme yang terdokumentasi tentang penetapan biaya pendidikan)
<ul>
<li>Dalam rangka perluasan/pemerataan kesempatan belajar (kesempatan bagi yang  miskin).</li>
<li>Menjaga kualitas akademik MABA (pandai tetapi tidak mampu).</li>
</ul>
</li>
<li>Dukungan dana akademik dari luar institusi relatif tinggi (tahun 2007 : Rp. 38,47 M. = 54% dari DIPA Akademik). (Standar BAN-PT: <strong>&gt; 50%</strong> dari total dana berasal       dari luar institusi)</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Tata Pamong:</strong>
<ul>
<li>Struktur dan Fungsi Tata Pamong: Statuta dan OTK (ada modifikasi menuju masa transisi BHMN). Contoh: Staf PR &amp; SPI. (Standar BAN-PT: telah memiliki unit tatapamong dalam bentuk dan struktur serta peraturan yang berlaku lengkap dengan fungsi dan wewenang yang jelas).</li>
<li>Renstra UB telah dijabarkan dalam Program Kerja Rektor dan digunakan acuan untuk Renstra Fakultas dan Program Kerja Dekan/Kajur. (Standar BAN-PT: Ada bukti dan publikasi).</li>
<li>PJM telah berhasil membuat SOP dan sistem MONEV serta tindak lanjutnya bagi Pimpinan Universitas/Fakultas/Jurusan. (Standar BAN-PT: menunjukkan dokumen)</li>
<li>Semua struktur dan fungsi dalam       perundang-undangan telah <strong>dideseminasikan</strong> dengan sangat baik.</li>
<li>Rektor secara rutin mensosialisasikan hasil kinerja berupa Laporan Tahunan Rektor pada Rapat Terbuka Senat setiap acara Dies Natalis, yang juga dimuat dalam Website UB. (Standar BAN-PT: PT menyebarluaskan hasil kinerjanya secara berkala kepada semua <em>stakeholders</em>,       minimal setiap tahun)</li>
<li>Perbaikan       organisasi dan pengelolaan PPSUB, dari direktur ke Dekan dan Ketua Jurusan.</li>
<li>PR-IV dihapus dan diganti staf PR-I</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Sistem Pengelolaan:</strong>
<ul>
<li>Sistem pengelolaan atas dasar SOP atas telah       berfungsi secara <strong>efektif</strong> dan <strong>efisien. </strong>(Standar BAN-PT: <strong>memiliki kriteria dan instrumen       penilaian</strong> untuk mengukur kinerja setiap unit kerja)</li>
<li>Rancangan dan analisis jabatan pada setiap unit kerja telah dibuat dan mulai disesuaikan dengan sistem pengelolaan PT-BHMN. (Standar BAN-PT: Ada bukti PT memiliki rancangan dan analisa jabatan, job description, prosedur kerja, program peningkatan kompetensi manajerial)</li>
<li>Proses manajemen dilakukan melalui Rapat Pimpinan yang dilakukan rutin setiap 2 bulan. (Standar BAN-PT: Ada bukti PT memiliki proses manajemen yang memungkinkan unit-unit kerja menjalankan seluruh fungsi-fungsi manajemen)</li>
<li>Dalam laporan LAKIP tahun 2006 Universitas       Brawijaya termasuk PT yang paling baik.</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Sistem Pembelajaran:</strong>
<ul>
<li>Sistem pembelajaran di Universitas Brawijaya dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan sesuai dengan SCL disesuaikan dengan kebutuhan <em>stake holder</em>.</li>
<li>LP-3 bersama dengan PJM adalah lembaga di UB yang bertanggungjawab dan senantiasa mengevaluasi standar mutu lembaga di UB. (Standar BAN-PT: Perguruan tinggi memiliki unit atau lembaga yang khusus berfungsi untuk mengkaji dan mengembangkan sistem serta mutu pembelajaran)</li>
<li>Laboratorium Sentral Ilmu Hayati (LSIH):       khusus untuk riset dosen dan mahasiswa program pascasarjana.</li>
<li>Perpustakaan: (Standar BAN-PT: Ada bukti bahwa perguruan tinggi menyediakan sarana dan prasarana pembelajaran yang terpusat, antara lain perpustakaan, ruang multimedia, laboratorium bahasa, pusat komputer)
<ul>
<li>Sedang dibangun Gedung Perpustakaan lantai 5 dengan luas 5000 m² sehingga  total = 10.000 m².</li>
<li>Bahan pustaka tersedia lengkap: bahan cetak (460.190 buku) + koleksi non cetak (micro film, kaset, video, CD, VCD, DVD, online journal, e-book dan digitalisasi karya ilmiah dan materi kuliah. (Standar BAN-PT: Kondisi fisik dan layanan di tingkat institusi telah memenuhi 9 &#8211; 12 aspek – <em>Lihat Panduan Buku 6</em>)</li>
</ul>
</li>
<li>Evaluasi proses pembelajaran telah dilakukan tiap semester oleh jurusan: (Standar BAN-PT: Ada bukti bahwa perguruan tinggi memiliki peraturan yang menjamin terselenggaranya proses pembelajaran yang adil dan akuntabel serta objektif).
<ul>
<li>Peraturan ada di Buku Pedoman Universitas/Fakultas.</li>
</ul>
</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Sarana Akademik:</strong>
<ul>
<li>Ada penghargaan bagi dosen, staf administrasi dan mahasiswa yang berprestasi, berupa: piagam dan uang. (Standar BAN-PT: Ada kebijakan tertulis untuk memberi penghargaan yang mendorong pengembangan suasana akademik)</li>
<li>Keunggulan Akademik: EU yang pencanangannya disaksikan oleh Wapres. Tindak lanjut: kerjasama dengan UK dan Waseda University. (Standar BAN-PT: Ada bukti penyediaan dana, Monev, penyelenggaraan kegiatan seminar, simposium dll, masing-masing <strong>&gt;       5 kali/tahun</strong>)</li>
<li>Ada alokasi dana yang besar bagi dosen, staf administrasi dan mahasiswa yang mengikuti pertemuan ilmiah &amp; training, di DN/LN. (Standar BAN-PT: Ada bukti penyediaan dana, Monev dan ditindaklanjuti)</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Sistem Informasi:</strong>
<ul>
<li>Blueprint tentang pengembangan TIK sudah       dibuat 3 tahun yang lalu. (Standar BAN-PT: Ada bukti)</li>
<li>Design Website UB rangking 1 (Bubu Award) dan penggunaan sistem informasi rangking  41 di Asia Tenggara (Webometric, Nopember 2007).</li>
<li>UB dipercaya Dikti sebagai Simpul Jardiknas, INHERENT dan IMHERE komponen 2.1. (Semuanya untuk pengembangan TIK). Teleconference dan videoconference diadakan untuk launching PHKI dan AIPT (Standar BAN-PT: Ada bukti)</li>
<li>Sistem Informasi (SIAKAD, SIKEU, SINAGA, dll)       sudah berjalan lancar. (Standar BAN-PT: Ada bukti)</li>
<li>Hot spot = 40 titik, sedang dipasang menjadi       100 titik (bantuan dari TELKOM). (Standar BAN-PT: Ada bukti)</li>
<li>Band with = 0,78 Kbps/mahasiswa. (Standar BAN-PT: 0,75 Kbps/mahasiswa)</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Sistem Jaminan Mutu:</strong>
<ul>
<li>Sistem Penjaminan Mutu Akademik (SPMA) UB dikembangkan melalui perangkat dan dokumen SPMA. (Standar BAN-PT: Ada bukti)</li>
<li>Perangkat SPMA di tingkat universitas (PJM), fakultas/program (GJM) dan jurusan/program studi (UJM). (Standar BAN-PT: Ada bukti Penjaminan mutu sudah berjalan diseluruh unit kerja)</li>
<li>Dokumen SPMA sudah lengkap di setiap unit kerja akademik (Kebijakan Akademik, Standar Akademik, Peraturan Akademik, Manual Mutu, Manual Prosedur, Spesifikasi PS, Kompetensi Lulusan, Instruksi Kerja, Dokumen Audit Internal Mutu Akademik).  (Standar BAN-PT: Ada bukti)</li>
<li>SPMA sudah       di implementasikan dalam siklus <em>Plan       Do Check Action</em>, pencapaiannya dimonev oleh oleh pimpinan melalui Sistem Audit Internal dan ditindak lanjuti melalui Permintaan Tindakan Koreksi (PTK). (Standar BAN-PT: Ada bukti)</li>
<li>UB       merekrut Calon MABA-UB sangat bermutu:
<ul>
<li>Tahun  2007 peringkat SPMB: IPS rangking 2, IPA rangking 11.</li>
<li>Tahun  2006: IPS rangking 2, IPA rangking 6</li>
<li>Tahun  2005: IPS rangking 2</li>
<li>Rasio  pelamar: diterima = 6 : 1 (standar BAN PT: <strong>4:1</strong>)</li>
</ul>
</li>
<li>UB       memiliki daya tarik tinggi, asal mahasiswa berasal dari 90% propinsi di       Indonesia (standar BAN PT: <strong>30%</strong>) juga mahasiswa dari Luar Negeri (Malaysia,       Vietnam, Korea, Myanmar, Timor Leste).</li>
<li>Database       sudah dikembangkan dalam TIK, yang bisa dilacak akurasinya, <em>early warning system</em> dan <em>desicion support system</em> (DSS) (Standar BAN-PT: Ada bukti)</li>
<li>UB mengalokasikan dana Rp. 6,4 M (th. 2007, belum termasuk dana AIPT Rp. 175 juta) untuk peningkatan mutu berkelanjutan dan pengembangan sistem penjaminan mutu internal dan akreditasi PS/institusi</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Lulusan:</strong>
<ul>
<li>AEE per tahun sudah optimal, pada       tahun 2006:
<ul>
<li>D3 = 42,12% (Standar BAN-PT: &gt; 32%)</li>
<li>S1 = 23,42% (Standar BAN-PT: &gt; 23%)</li>
<li>S2 = 49,73% (Standar BAN-PT: 46%)</li>
<li>S3 = 18,48% (Standar BAN-PT: &gt; 27%)</li>
</ul>
</li>
<li>Masa Tunggu = 4 – 6 bulan (12 PS       &lt; 3 bulan) (Standar       BAN-PT: <strong>&lt; 3 Bulan</strong>)</li>
<li>Tracer study: &#8211;  Universitas 20% terlacak (Standar BAN-PT: <strong>&gt; 30% alumni terlacak</strong>)<br />
-  Jurusan (30-50% terlacak)</li>
<li>Tindak lanjut hasil “tracer study”       : (Standar       BAN-PT: Ada bukti)
<ul>
<li>Perbaikan kurikulum</li>
<li>Penggalangan PS.</li>
</ul>
</li>
<li>Layanan Bimbingan Karir dan Informasi kerja dilakukan oleh: (Standar BAN-PT: Ada bukti kebijakan tertulis  dan program terjadwal tentang pemberian layanan bimbingan karir dan informasi kerja bagi mahasiswa serta lulusan)
<ul>
<li>Bagian Kemahasiswaan dan Alumni (PR III  dan PD III).</li>
<li>JPC (<em>Job Placement Center</em>) dan  IKA-UB (Kantor Pusat di Jakarta).</li>
</ul>
</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Penelitian dan Pengabdian Kepada  Masyarakat:</strong>
<ul>
<li>Sesuai dengan visi UB dan arah pengembangan menuju EU, telah dibentuk Inkubator Bisnis pada tahun 2005 (kerjasama dengan Badan LITBANG, DEPDIKNAS). (Standar BAN-PT: Ada pedoman pengelolaan penelitian yang mencakup 4 aspek)</li>
<li>Tahun 2006, UB menduduki urutan pertama perolehan dana riset dari KNRT. Pada tahun 2007 mendapat IPTEKDA terbesar di Indonesia.</li>
<li>Karya Ilmiah: (Standar BAN-PT: Ada pedoman pengelolaan pengabdian kepada masyarakat  yang mencakup 4 aspek)
<ul>
<li>60%  dosen terlibat dalam riset dan PM (Standar BAN-PT: <strong>&gt; 25 %</strong> dosen)</li>
<li>Jumlah  paten = 36/5 tahun (Standar BAN-PT: <strong>&gt;</strong> <strong>10 karya</strong> per 5 tahun)</li>
<li>Hasil  penelitian tentang yang ditulis dalam jurnal dan prosiding internasional =  28,57%. <strong> </strong>(Standar BAN-PT: <strong>&gt;10  %</strong> pertahun)</li>
<li>Dalam  jurnal dan prosiding nasional terakreditasi = 32,70%.</li>
<li>PM  yang terkait dengan penelitian = 43,79%/tahun (Standar  BAN-PT: <strong>&gt;35 %</strong> pertahun)</li>
<li>Penghargaan  karya inovatif dosen dan mahasiswa = 6 buah (Standar  BAN-PT: <strong>&gt;5 </strong>pertahun)</li>
<li>Jumlah  dosen yang menulis Buku Ajar selama 5 tahun terakhir = 278 orang (Standar BAN-PT: <strong>&gt;20% </strong>pertahun)</li>
</ul>
</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Program Studi:</strong>
<ul>
<li>Ada pedoman pembukaan dan penutupan Program Studi. (Standar BAN-PT: <strong>ada bukti tertulis</strong>)</li>
<li>Publikasi status akreditasi PS di lingkungan       UB diakses melaui <em>web site</em> UB, <em>web site</em> BAN PT dan Dikti.</li>
<li>94% PS S-1 sudah terakreditasi<br />
22 dari 38 PS (55%) terakreditasi  A (1 PS terakreditasi internasional) (Standar BAN-PT: <strong>&gt;</strong> <strong>60 %</strong> <strong>A</strong>)</li>
<li>UB telah       berhasil (sebagai pelopor) pengembangan PS dalam hal <em>merger </em>beberapa PS sebagai bentuk pelayanan terhadap kebutuhan       stakeholder di Fakultas Peternakan dan Fakultas Pertanian UB.</li>
<li>Dalam rangka internasionalisasi PT, UB sedang memetakan kekuatan, kelemahan dan peluang setiap PS dan mendorong PS unggulan (termasuk pendanaan) agar memenuhi standar regional atau internasional.</li>
<li>PS yang       telah melaksanakan kelas Bahasa Inggris: PS Akutansi dan PS Pendidikan Dokter.</li>
<li>Pendidikan <em>Double Degree</em> (S-2) sudah       dimulai PS Bioteknologi dengan Thailand dan Japan.</li>
</ul>
</li>
</ol>
</div>
<p><!--htdig_noindex--> <!-- content end --></p>
</div>
</td>
<td style="background-image:url('/splimg/b02.gif');" width="18" align="right" valign="top"><img src="/Documents%20and%20Settings/student/My%20Documents/Pinjam/ringkasan.php_files/h04.jpg" alt="" width="18" height="21" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><img src="/Documents%20and%20Settings/student/My%20Documents/Pinjam/ringkasan.php_files/b01.gif" alt="" width="18" height="18" /></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/desamedowo.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/desamedowo.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desamedowo.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desamedowo.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desamedowo.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desamedowo.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/desamedowo.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/desamedowo.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/desamedowo.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/desamedowo.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desamedowo.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desamedowo.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desamedowo.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desamedowo.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desamedowo.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desamedowo.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desamedowo.wordpress.com&amp;blog=3635957&amp;post=24&amp;subd=desamedowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desamedowo.wordpress.com/2008/05/04/learn-to-be-bloger/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/91707e9ffcf307f9f0a29ef28bfda63c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">desamedowo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>prospek perguruan tinggi</title>
		<link>http://desamedowo.wordpress.com/2008/05/04/prospek-perguruan-tinggi/</link>
		<comments>http://desamedowo.wordpress.com/2008/05/04/prospek-perguruan-tinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 05:33:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>desamedowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://desamedowo.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Hakekat Perguruan Tinggi Perguruan Tinggi pada hakikatnya adalah sebuah rahim yang sangat urgen untuk dimiliki sebuah bangsa. Sebab dari Perguruan Tinggi akan lahir orang-orang yang seharusnya memiliki kapasitas SDM yang sangat baik untuk membangun sebuah Negara atau dengan kata lain Perguruan Tinggi adalah sebuah proyek peradaban masa depan. Kondisi suatu Negara dimasa akan datang sebenarnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desamedowo.wordpress.com&amp;blog=3635957&amp;post=26&amp;subd=desamedowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Hakek</strong></span><a href="http://desamedowo.files.wordpress.com/2008/05/images-63.jpg"><img class="alignleft alignnone size-thumbnail wp-image-27" style="float:left;margin:10px;" src="http://desamedowo.files.wordpress.com/2008/05/images-63.jpg?w=127&#038;h=150" alt="kampus induk" width="127" height="150" /></a><span style="color:#ff0000;"><strong>at Perguruan Tinggi</strong></span></p>
<p><span style="font-size:85%;font-family:arial;"> Perguruan Tinggi pada hakikatnya adalah sebuah rahim yang sangat urgen untuk dimiliki sebuah bangsa. Sebab dari Perguruan Tinggi akan lahir orang-orang yang seharusnya memiliki kapasitas SDM yang sangat baik untuk membangun sebuah Negara atau dengan kata lain Perguruan Tinggi adalah sebuah proyek peradaban masa depan. Kondisi suatu Negara dimasa akan datang sebenarnya dapat diukur dari bagaimana wajah Perguruan Tingginya saat ini. Karena tidak akan mungkin kita berharap kepada orang-orang yang tidak berpendidikan mengelola bangsa ini, tetapi tentunya kita berharap pada orang-orang yang telah ditempa dalam sebuah labolatorium pendidikan (Perguruan Tinggi) dan memiliki karakter pembaharu, berbudaya intelektual, serta memiliki ide dan gagasan baru dalam mencari solutif dalam menyikapi suatu permasalahan.</span></p>
<p><span id="more-26"></span><br />
<span style="font-size:85%;font-family:arial;"><br />
Perguruan tinggi juga merupakan suatu wadah yang digunakan untuk Research &amp; Development (R&amp;D) serta arena penyemaian manusia baru untuk menghasilkan generasi yang memiliki kepribadian serta kompetensi keilmuan sesuai bidangnya. Secara umum dunia pendidikan memang belum pernah benar-benar menjadi wacana publik di Indonesia, dalam arti dibicarakan secara luas oleh berbagai kalangan, baik yang bersentuhan langsung maupun tidak langsung dengan urusan pendidikan. Namun demikian, bukan berarti bahwa permasalahan ini tidak pernah menjadi perhatian </span><!--baca selanjutnya--><br />
<span style="font-size:85%;font-family:arial;"><br />
Gambaran yang sangat mengkhawatirkan sekaligus menyedihkan tentang kondisi Perguruan Tinggi kita pada saat ini, terutama dalam persoalan mutu yang akan dihasilkan oleh Perguruan Tinggi kita. Majalah Asia Week edisi 30 juni 2006 melaporkan bahwa peringkat Universitas di Australia dan Selandia Baru dengan kategori yang kualitatif. Hasilnya sungguh sangat mengejutkan sekaligus menyadarkan kita bahwa Perguruan Tinggi favorit dan menjadi unggulan di negeri ini (UI, ITB, IPB, UGM, UNPAD) berada pada peringkat sepuluh terakhir dari 77 Universitas terkemuka di Asia, dibawah Malaysia, Filipina, India, Korea apalagi Singapura.</span><br />
<span style="font-size:85%;font-family:arial;"> Berbicara masalah prospek pendidikan Tinggi di Indonesia kedepan dengan ancaman globalisasi maka kita mesti memperhitungkan Tantangan Pendidikan Tinggi Indonesia menghadapi Era Pasar Bebas?</span><br />
<span style="font-size:85%;font-family:arial;"><br />
<span style="font-weight:bold;">Tantangan Perguruan Tinggi Indonesia Era Pasar Bebas</span></span><a href="http://desamedowo.files.wordpress.com/2008/05/girl5.jpg"><img class="alignleft alignnone size-thumbnail wp-image-28" style="float:left;margin:15px;" src="http://desamedowo.files.wordpress.com/2008/05/girl5.jpg?w=152&#038;h=156" alt="Mahasiswi Rumpaiwati" width="152" height="156" /></a><br />
<span style="font-size:85%;font-family:arial;"> Perdagangan bebas jasa yang dipraktekkan dalam globalisasi berwatak fundamentalisme pasar akan mempunyai dampak yang amat besar pada lembaga dan kebijakan pendidikan tinggi. Dampak tersebut amat bervariasi tergantung dari lokasinya di arena global, dapat membuka peluang atau menguntungkan tetapi dapat juga merupakan hambatan atau merugikan sektor pendidikan negara berkembang. Perdagangan bebas jasa pendidikan tinggi kalau dilaksanakan dalam kondisi interdependensi simetris antar negara atau lembaga pendidikan memang dapat membuka lebar pintu menuju ke pasar kerja global khususnya ke ekonomi negara maju yang telah mampu mengembagkan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan (knowledge based economy).</span><br />
<span style="font-size:85%;font-family:arial;"> Tapi dalam kondisi interdependensi asimetris dan lebih-lebih bila penyediaan jasa pendidikan tinggi lebih dilandasi oleh motif for-profit semata, sedangkan tujuan pendidikan lainnya akan dikorbankan. WTO telah mengidentifikasi 4 mode penyediaan jasa pendidikan sebagai berikut:</span><br />
<span style="font-size:85%;font-family:arial;">Cross-border supply, institusi pendidikan tinggi luar negeri menawarkan kuliah melalui internet dan on-line degree program, atau Mode 1;</span><span style="font-size:85%;font-family:arial;"><span style="font-style:italic;font-weight:bold;">Consumption abroad</span><span style="font-weight:bold;">,</span> adalah bentuk penyediaan jasa pendidikan tinggi yang paling dominan, mahasiswa belajar di perguruan tinggi luar negeri atau Mode 2;</span><span style="font-size:85%;font-family:arial;"><span style="font-style:italic;font-weight:bold;">Commercial presence</span>, atau kehadiran perguruan tinggi luar negeri dengan membentuk partnership, subsidiary, twinning arrangement dengan perguruan tinggi lokal., atau Mode 3, dan</span><span style="font-size:85%;font-family:arial;"><span style="font-style:italic;font-weight:bold;">Presence of natural persons</span>, dosen atau pengajar asing mengajar pada lembaga pendidikan lokan, atau Mode 4.</span><span style="font-size:85%;font-family:arial;"> Liberalisasi pendidikan tinggi menuju perdagangan bebas jasa yang dipromosikan oleh WTO adalah untuk mendorong agar pemerintah negaranegara anggota tidak menghambat empat mode penyediaan jasa tersebut dengan kebijakan-kebijakan intervensionis.</span><span style="font-size:85%;font-family:arial;"> Dibandingkan dengan negara-negara anggota Asean yang tergabung dalam Asean University Network (AUN) ataupun (Association of Southeast Asia Institute of Higher Learning (ASAIHL), seperti Malaysia, Muangthai, Filipina dan Singapore, Indonesia jauh tertinggal dalam tingkat partisipasi pendidikan tinggi dan mutu akademik. Pada tahun 2004 tingkat partisipasi pendidikan tinggi baru mencapai 14 persen, jauh tertinggal dari Malaysia dan Filipina yang sudah mencapai 38-40 persen. Karena kemampuan keuangan pemerintah yang sangat terbatas, ekspansi serta peningkatan mutu pendidikan tinggi Indonesia tidak mungkin dilakukan dengan mengandalkan sumber dana domestik. Ekspansi pendidikan tinggi dan peningkatan mutu akademik nampaknmya hanya mungkn dilakukan bila layanan pendidikan tinggi oleh provider luar negeri yang dimungkinkan oleh globalisasi pendidikan dapat dimanfaatkan oleh negara berkembang seperti Indonesia.</span><span style="font-size:85%;font-family:arial;"> Salah satu manifestasi globalisasi pendidikan tinggi adalah berkembangnya pasar pendidikan tinggi tanpa batas (borderless higher education market). Keterbasasan dana yang dialami oleh negara-negara berkembang, peningkatan permintaan akan pendidikan tinggi bermutu, serta kemajuan teknologi informasi adalah tiga faktor yang mendorong pertumbuhan “borderless” market dalam pendidikan tinggi.</span><br />
<span style="font-size:85%;font-family:arial;"><br />
Perguruan tinggi di negara-negara maju, terutama Ameriuka Serikat, Inggeris dan Australia amat agresif memanfaat the new emergiung market dengan meningkatkan penyediaan layanan pendidikan tinggi, tidak sepenuhnya dengan motif filantropis, tetapi dilandasi pertimbangan for-profit dengan menerima sebanyak mungkin mahasiswa luar negeri yang membayar penuh biaya pendidikannya, mendirikan kampus-kampus cabang di negara lain, waralaba pendidikan atau kesepakatan twinning dengan perguruan tinggi lokal, menyediakan pendidikan jarak jauh atau e-learning.</span><br />
<span style="font-size:85%;font-family:arial;"> Namun Perkembangan-perkembangan ini perlu diantisipasi dengan sebaik-baiknya agar masyarakat negara berkembang dapat menarik manfaatnya dari penyediaan jasa pendidikan secara global tetapi tanpa harus mengorbankan kepentingan-kepentingan nasional untuk mempreservasi budaya bangsa serta menicptakan kemandirian dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang juga amat diperlukan oleh setiap bangsa.</span><br />
<span style="font-size:85%;font-family:arial;"> Globalisasi atau liberalisasi pendidikan tinggi yang sedang terjadi melalui jalur pasar bebas memang harus dihadapi dengan sangat hati-hati oleh negara-negara berkembang, tak terkecuali Indonesia. Implikasi jangka panjang dari globalisasi pendidikan tinggi tersebut belum sepenuhnya dapat di prakirakan, dan karena itu kewbijakan-kebijakan antisipatif perlu dirancang dengan secermat mungkin agar globalsasi tersebut jangan sampai menghancurkan sektor pendidikan tinggi seperti yangterjadi dengan globalisasi sektor pertanian.</span><span style="font-size:85%;font-family:arial;"> Globalisasi dan liberalisasi pendidikan akan membawa efek negatif yang begitu besar bagi negara-negara dunia ketiga. Eksploitasi akan selalu digencarkan untuk memenuhi kebutuhan negara-negara maju. Faktanya, Eksploitasi sumber-sumber daya yang melibatkan kekuatan asing dan kroni dari dalam negeri sendiri sudah menguras kekayaan bangsa ini. Gejala McDonaldisasi pendidikan tinggi di Indonesia dianggap sebagai bagian gerakan neoliberalisme yang menjelma dalam kebijakan pasar bebas dan mendorong pemerintah untuk melakukan privatisasi berbagai aset pemerintah.</span><span style="font-size:85%;font-family:arial;"> Menurut Gorge Ritzer, Mc Donalisasi pendidikan ini membawa efek negatif terhadap nilai-nilai akademik serta intergritas lembaga pendidikan yang obyektif. Etika keilmuan telah mula merosot dan akan tergantikan oleh etika bisnis yang sangat merugikan perkembangan pendidikan tinggi sebagai Academic exellence. Namun Bukan berarti pendidikan tinggi harus menutup diri dari interaksi antara universitas dengan dunia bisnis, tetapi interaksi antara pendidikan tinggi dengan dunia bisnis jangan sampai mengakibatkan PT kehilangan integritasnya.</span><br />
<span style="font-size:85%;font-family:arial;"> Terganggunya integritas pendidikan tinggi dikhawatirkan akan melahirkan Mc University dimana lembaga pendidikan tinggi berubah menjadi semacam lembaga tukang jahit yang hanya menanti pesanan para konsumen. Mc University ini akan melahirkan Mc Mahasiswa, yaitu mahasiswa yang hanya mengejar gelar sarjana dan bukan untuk mengejar integritas pribadi sebagai seorang sarjana.</span><span style="font-size:85%;font-family:arial;"> Satu hal lagi! Jika privatisasi, liberalisasi, globalisasi dan Mc Donalisasi pendidikan pendidikan tetap dijalankan, kemana lagi orang-orang miskin di negara ini yang jumlahya lebih dari 70% berlindung? Apakah mereka masih punya mimpi mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi? Ataukah mereka tergilas oleh regulasi pemerintah yang berselingkuh dengan pecinta globalisasi? Pendidikan gratis, apakah hanya menjadi impian kosong saja? Ataukah negeri ini terlalu megah untuk orang-orang miskin itu? Ataukah liberalisasi, kapitalisasi dan privatisasi adalah pemenang dalam benturan ideologi ini?Wallahu’Alam</span></p>
<p class="postinfo">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/desamedowo.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/desamedowo.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/desamedowo.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/desamedowo.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/desamedowo.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/desamedowo.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/desamedowo.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/desamedowo.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/desamedowo.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/desamedowo.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/desamedowo.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/desamedowo.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/desamedowo.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/desamedowo.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/desamedowo.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/desamedowo.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=desamedowo.wordpress.com&amp;blog=3635957&amp;post=26&amp;subd=desamedowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://desamedowo.wordpress.com/2008/05/04/prospek-perguruan-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/91707e9ffcf307f9f0a29ef28bfda63c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">desamedowo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desamedowo.files.wordpress.com/2008/05/images-63.jpg?w=127" medium="image">
			<media:title type="html">kampus induk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://desamedowo.files.wordpress.com/2008/05/girl5.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">Mahasiswi Rumpaiwati</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
